Wujudkan Generasi “Remaja Keren Qur’ani”, Penyuluh Kemenag Sambangi SMPN 2 Kota Pasuruan
Suasana SMPN 2 Kota Pasuruan tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa mengikuti kegiatan Bimbingan Penyuluhan bertajuk “Menjadi Remaja Keren Qur’ani di Era Digital” dengan penuh antusias (14/1). Kegiatan ini diinisiasi oleh tim Penyuluh Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an agar menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.
Penyuluhan ini bertujuan untuk mengikis stigma bahwa religius identik dengan kekakuan. Para narasumber menegaskan bahwa remaja yang benar-benar “keren” adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan akhlak mulia yang berlandaskan Al-Qur’an.
Kolaborasi Tiga Perspektif
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yang mengupas sosok remaja ideal dari berbagai sudut pandang.
Herman Felani, M.Si. menyampaikan perspektif wawasan dan kebijakan. Ia menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan bagi remaja agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, makna “keren” sesungguhnya adalah memiliki prinsip hidup yang kuat serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dari sudut pandang psikologi remaja, Muhammad Nafik, S.Psi. membahas isu kesehatan mental dan pencarian jati diri. Ia mengajak para siswa untuk mengelola emosi serta membangun kepercayaan diri melalui pendekatan spiritual, sehingga mampu memiliki mental yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh tren negatif.
Sementara itu, Suhaemi, S.Pd. menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Nilai kejujuran, sikap hormat kepada guru, serta saling menghargai antar teman menjadi wujud nyata pembentukan karakter religius yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung. Penyampaian materi yang santai namun sarat makna membuat pesan-pesan moral mudah diterima dan dipahami oleh para remaja.
“Kami ingin adik-adik di SMPN 2 Kota Pasuruan memahami bahwa menjadi gaul itu boleh, tetapi tetap harus memiliki batasan dan landasan agama yang kuat. Itulah definisi remaja keren yang sesungguhnya,” ungkap tim narasumber di sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMPN 2 Kota Pasuruan mampu menjadi pelopor kebaikan dan agen perubahan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam prestasi akademik maupun nonakademik mereka.
