Upacara HAB ke-80 Kemenag Kota Pasuruan Teguhkan Komitmen Pengabdian Untuk Umat dan Bangsa

  • PAIS
  • Disukai 1
  • Dibaca 68 Kali

Pagi cerah menyelimuti lapangan Yon Zipor dalam pelaksanaan Upcara Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 Kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan. Acara di gelar pada 3 Januari 2026 , menjadi saksi peristiwa kebangsaan yang sarat makna, bukan sekadar seremoni tahunan, upacara ini menjelma menjadi ruang refleksi kolektif tentang arti kerukunan, pengabdian, dan sinergi umat. Di tengah tantangan global, polarisasi sosial, serta dinamika kehidupan berbangsa yang kian kompleks.


Dalam amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Wali Kota Pasuruan  DR. Adi Wibowo, STP., M.Si., ditegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan sinergi antar elemen masyarakat demi terwujudnya Indonesia aman , harmoni dan berkemajuan. Tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju" menggaris bawahi komitmen kementerian dalam merawat keharmonisan hidup beragama serta memperkokoh persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, melainkan dari kualitas kerukunan umat dan kematangan spiritual masyarakat. 

Dalam pandangannya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan institusi pendidikan merupakan pondasi utama menuju Indonesia yang damai dan berkeadaban.


Upacara ini dihadiri  Kepala  Kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., beserta seluruh jajaran, serta sejumlah tamu undangan strategis  di antaranya, DPRD , Yon Zipor, Kepala Dinas Pendidikan, Kabag Kesra , serta unsur FKUB  dan MUI . Acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan  Ormas Islam, serta Dharma Wanita, ASN , guru dan  para Kepala Madrasah negri mupun swasta disetiap tingkat satuan pendidikan.Kehadiran lintas sektor ini memperlihatkan wajah kolaboratif Kementerian Agama dalam mengelola keberagaman.


Sekitar 2.000 peserta upacara  memadati lapangan hijau  mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat. Nuansa sakral dan nasionalisme kian terasa melalui lantunan lagu kebangsaan oleh Tim Paduan Suara  Zona Integritas (ZI) Kementrian Agama Kota Pasuruan, mereka menyanyikan lagu dengan suara penuh penghayatan. Sementara itu tim Paskibraka Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) Kota Pasuruan bertugas sebagai Pengibar bendera  Merah Putih.

Menambah pelaksanaan upacara semakin khidmad dan sarat dengan suasana kebangsaan .


Momentum upacara HAB tidak hanya sebagai ajang seremonial tetapi menjadi ruang penghormatan dengan diberikan Piagam Penghargaan Presiden  kepada 13 ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Pasuruan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama masa kerja. Piagam penghargaan tersebut  diserahkan oleh Wali Kota, pejabat DPRD bersama Kepala Kantor Kementerian Agama dipandu oleh Analis SDM Aparatur pada Kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan.


Ketua umum panitia HAB ke-80 sekaligus Kasi Pendidikan Madrasah, Abdul Chakim Thantowi, S.Pd, mengatakan keterlibatan siswa dan guru madrasah dalam upacara  menjadi bagian  penanaman nilai disiplin,  dan cinta tanah  air. Menurutnya, antusiasme peserta mencerminkan bahwa peringatan HAB  menjadi refleksi dan motivasi bagi insan madrasah untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi dalam menciptakan pendidikan yang unggul dan berkarakter.


Di balik keberhasilan pelaksanaan upacara terdapat kerja kolektif yang solid dan terencana. 

Ketua seksi upacara yang juga tercatat sebagai  Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Anisa Januariyah, SAg., M.M., dalam keterangannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Kepala Kantor Kementrian Agama serta Komandan Yon Zipor 10  beserta jajaran dan seluruh panitia, petugas upacara, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan upacara.

Semoga kebersamaan ini menjadi energi moral untuk terus mengabdi dengan tulus dan profesional. Spirit ini diharapkan  tidak berhenti  pada barisan dan aba-aba, melainkan berlanjut dalam kerja nyata secara konsisten dan terukur. Tidak kalah menariknya upacara HAB ke 80 berbeda dengan sebelumnya , rangkaian acara di tutup dengan panjatan doa penuh makna yang di dampingi oleh para tokoh lintas agama .

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat harmoni, toleransi, dan komitmen bersama dalam merawat kebinekaan serta persatuan bangsa. (SS)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *