Kemenag Punya Gawe: "MENYALA" di Masjid Al-Mabrur Karangketug, Oase Nyaman Bagi Pemudik

  • KUAPANGGUNGREJO
  • Disukai 0
  • Dibaca 4 Kali

Kemenag Kota Pasuruan melalui para penyuluh agamanya menunjukkan aksi nyata dalam melayani masyarakat pada musim mudik tahun ini. Bertempat di Masjid Al-Mabrur, Karangketug, Kemenag menghadirkan program inovatif bertajuk “MENYALA” (Menyenangkan, Aman, Nyaman & Lancar) sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

Program ini dirancang untuk mengubah peran masjid di jalur utama, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan yang humanis bagi para pemudik yang melintas, baik menuju arah timur maupun barat.

Pada pelaksanaannya, Kamis (19/03), dua penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program ini. Hamzah, S.Pd.I berfokus pada aspek edukasi dan pelayanan ibadah, dengan memastikan para pemudik dapat menjalankan shalat dengan mudah selama perjalanan, termasuk memberikan konsultasi seputar fiqih musafir. Sementara itu, Muhammad Nafik, S.Psi berperan dalam memberikan dukungan psikologis, menciptakan suasana pelayanan yang ramah serta membantu meredakan kelelahan dan ketegangan pemudik selama perjalanan.

Sejalan dengan semangat “Menyenangkan, Aman, Nyaman & Lancar", Masjid Al-Mabrur Karangketug kini dilengkapi berbagai fasilitas yang benar-benar menjawab kebutuhan pemudik. Mulai dari layanan ramah melalui senyum dan sapa petugas, fasilitas fisik seperti toilet dan tempat wudhu yang bersih, ruang istirahat yang nyaman, hingga penyediaan air minum gratis. Selain itu, tersedia pula akses informasi berupa jalur mudik dan jadwal waktu shalat yang terpampang jelas untuk memudahkan para pemudik.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara melalui Kemenag di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik tidak hanya sampai tujuan dengan selamat, tetapi juga dalam kondisi fisik dan spiritual yang tetap terjaga,” ungkap Hamzah.

Senada dengan itu, Muhammad Nafik menambahkan bahwa program Masjid Ramah Pemudik ini merupakan implementasi nyata fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pelayanan umat. “Kami berupaya menciptakan suasana yang menyenangkan agar pemudik dapat beristirahat sejenak dan kembali melanjutkan perjalanan dengan lebih tenang,” ujarnya.

Pemilihan Masjid Al-Mabrur Karangketug sebagai lokasi program dinilai strategis, mengingat posisinya sebagai salah satu pintu masuk utama Kota Pasuruan. Dengan sinergi antara penyuluh agama dan pengurus takmir masjid, program “MENYALA” diharapkan dapat menjadi standar baru dalam pelayanan publik berbasis rumah ibadah, khususnya di momentum mudik.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *