Bangkit dengan Harapan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Pasuruan Kuatkan Mental Warga Binaan

  • Humas Kemenag
  • Disukai 0
  • Dibaca 18 Kali

Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Resmi Tumanggor, S.Pd.K., memberikan pembinaan rohani kepada warga binaan di Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan pada Jumat (5/6/2026) pukul 13.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan, Jalan Panglima Sudirman No. 4, Purworejo, ini menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki harapan serta semangat menjalani proses pembinaan.

Mengangkat tema “Bangkit dari Ruang Tunggu” dengan dasar firman Tuhan dari Yesaya 40:31, Resmi Tumanggor mengajak seluruh peserta untuk memandang masa pembinaan bukan sebagai akhir dari kehidupan, melainkan sebagai kesempatan untuk dipulihkan dan dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi seseorang selama menjalani masa pembinaan bukan hanya hukuman atau keterbatasan fisik, melainkan cara berpikir yang dipenuhi keputusasaan. Menurutnya, pengharapan kepada Tuhan akan memberikan kekuatan baru untuk bangkit dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Tempat ini boleh membatasi langkah kaki, tetapi tidak akan pernah mampu memenjarakan doa, pertobatan, dan pengharapan kepada Tuhan Yesus. Masa depan tidak ditentukan oleh masa lalu, melainkan oleh keputusan untuk bangkit bersama Tuhan hari ini,” pesannya di hadapan warga binaan.

Dalam pembinaan tersebut, Resmi juga mengangkat kisah Raja Daud saat berada di Gua Adulam. Ia menjelaskan bahwa gua yang penuh keterbatasan justru menjadi tempat pembentukan karakter dan iman hingga melahirkan pribadi-pribadi yang tangguh. Analogi tersebut mengajak warga binaan untuk melihat Lapas sebagai tempat pembelajaran, pertobatan, dan pembentukan karakter, bukan sekadar tempat menjalani hukuman.

Selain memberikan penguatan rohani, ia menyampaikan tiga langkah untuk membangkitkan kembali semangat hidup, yaitu berhenti meratapi masa lalu, menemukan alasan untuk terus berjuang demi keluarga yang menanti di rumah, serta memanfaatkan waktu selama menjalani pembinaan untuk membangun karakter melalui kegiatan positif, belajar, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kegiatan pembinaan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam proses kehidupan, memohon pemulihan semangat bagi warga binaan, menghadirkan kedamaian batin, serta memohon perlindungan dan berkat bagi keluarga yang menanti di rumah.

Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, Kementerian Agama Kota Pasuruan terus berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Diharapkan, nilai-nilai keimanan yang ditanamkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh pengharapan, memperbaiki diri, dan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *